Press "Enter" to skip to content

Malili Berduka: Sudirman Tadda, Tokoh Senior Bidang Pendidikan Tutup Usia

LUTIMNEWS.COM – Sudirman Tadda, salah seorang tokoh senior bidang pendidikan di wilayah Malili, meninggal dunia pada hari Rabu (04/06) pukul 05.30 WITA di Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur. Almarhum meninggal dunia dalam usia 79 tahun, meninggalkan seorang istri, 4 orang anak dan 16 orang cucu.

Sudirman lahir di Malili, 11 Januari 1939. Ia pernah aktif di TNI pada tahun 1957 sebagai pasukan cadangan untuk pembebasan Irian Barat. Pada tahun 1968, beliau beralih profesi sebagai tenaga pengajar.

Karirnya di dunia pendidikan dimulai sebagai guru di SD Negeri Cerekang. Setelah itu, ia pindah mengajar sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah di sejumlah sekolah yang berbeda di wilayah Malili, yakni SDN Lakawali, SDN Kalaena Kiri 4, lalu kemudian dipindahkan kembali ke SDN Lakawali.

Sudirman Tadda
Sudirman Tadda

Setelahnya, Sudirman kembali ditugaskan sebagai kepala sekolah di SDN Wulasi selama beberapa tahun sebelum akhirnya diminta kembali ke SDN Lakawali, juga sebagai kepala sekolah hingga memasuki masa pensiun pada tahun 2011.

Pengabdiannya yang panjang dalam bidang pendidikan membuat almarhum Sudirman dikenal sebagai seorang tokoh senior bidang pendidikan di wilayah Malili. Ia kemudian bergabung sebagai seorang fungsionaris Partai Golkar pada masa H. A. Hasan Opu Tohatta.

Selain sebagai tokoh pendidikan, almarhum juga dikenal sebagai salah seorang tokoh suku To Padoe, etnis yang tersebar di hampir sepertiga wilayah Kabupaten Luwu Timur saat ini. Kepergian almarhum telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, handai taulan dan banyak pihak di daerah ini.

Almarhum Sudirman dimakamkan di Pekuburan Islam Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili pada hari Kamis (05/07). Sebelum diantarkan ke pemakaman, jenazah almarhum dilepas secara khidmat oleh seluruh pelayat dipimpin oleh Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, ST.

Pelepasan jenazah almarhum juga diikuti oleh H. Dandu Kasim, sahabat seperjuangan almarhum, tokoh masyarakat Desa Manurung, Ir. Abd. Kanal yang sekaligus mewakili keluarga yang berduka, serta ratusan pelayat yang turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. [**]