Press "Enter" to skip to content

Pemkab Luwu Timur dan PMI Gelar Sunatan Massal di Lakawali

LUTIMNEWS.COM – Aksi sosial dalam bentuk sunatan massal yang dilaksanakan bekerjasama Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur kembali digelar, Selasa 10 Juli 2018 di Puskesmas Lakawali Kecamatan Malili.

Puluhan anak rata-rata usia sekolah dari dua kecamatan yakni Malili dan Angkona ikut dalam sunnatan ini. Mereka sangat antusias datang didampingi orang tua mereka untuk disunat. Setelah disunnat, mereka mendapat sarung, uang transportasi dan makanan secara gratis yang telah disediakan PMI.

Selain itu masing masing peserta sunat juga mendapat bingkisan souvenir yang disediakan oleh pihak Puskesmas Lakawali. Pada acara sunnatan ini juga dihadiri Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler.

Husler mengatakan, sunatan ini adalah untuk membantu meringankan beban para warga utamanya bagi yang tidak mampuh. Dan diharapkan setiap orang tua yang telah memiliki anak laki laki usia layak sunnat, untuk aktif guna suksesnya kegiatan ini.

Sementara itu, Sekretaris PMI Luwu Timur, Hasmuddin, disela acara mengatakan, aksi sosial sunnatan massal ini adalah salah satu program yang telah dicanangkan PMI, yang anggarannya berasal dari dana hibah APBD Luwu Timur 2018. Dimana ditahun 2018 ini pihak PMI menargetkan 100 anak.

Lanjut, pelaksanaan sunnatan massal di Luwu Timur itu ditarget dan diadakan di beberapa tempat, yakni untuk wilayah Malili dan Angkona ditarget 24 anak, dan pelaksanaanya dipusatkan di Puskesmas Lakawali. Untuk wilayah Wotu dan Burau ditarget 20 anak yang dipusatkan di Puskesmas Burau.

Dan untuk wilayah Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana dan Kalaena ditarget 33 anak yang dipusatkan di Puskesmas Mangkutana. Serta untuk wilayah Wasuponda, Towuti dan Nuha ditarget 23 anak yang dipusatkan di Puskesmas Wawondula.

Aksi sosial sunnatan ini, kata Hasmuddin, dikhususkan bagi keluarga yang tidak mampu. Dimana sistem penyeleksiannya dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Sedangkan perawatan lanjutan setelah disunnat, kata Hasmuddin, para anak tersebut bisa mendatangi puskesmas terdekat di wilayah masing masing.

Kepala UPTD Puskesmas Lakawali, Hasnah, S.Kep.,Ners mengatakan, dalam pelaksanaan sunatan ini, pihak Puskesmas menyediakan peralatan dan tenaga medis. Sementara pelayanan umum di Puskesmas ini tetap berjalan seperti biasa, dan tidak mengganggu pelaksanaan sunnatan karena memiliki tempat tersendiri.

”Bahkan dalam menyukseskan sunatan ini pihak Puskesmas Lakawali memberikan secara gratis bingkisan souvenir kepada setiap peserta yang telah disunnat”, ujar Hasnah.

(****)