Press "Enter" to skip to content

3 Kali Diusulkan dalam Musrembang, Jalan Tani di Lerengkume Tak Kunjung Diperbaiki

LUTIMNEWS.COM – Kondisi jalan penghubung yang digunakan oleh petani di daerah Lerengkume terpantau rusak parah. Hal ini terungkap dalam salah satu postingan warga bernama Adhel Zyam Putra di Grup Facebook Suara Rakyat Luwu Timur, Kamis (05/07) lalu.

Dalam postingannya, Adhel menyertakan foto jalanan yang rusak parah berisi genangan air di kiri dan kanan jalan. Ia juga mempertanyakan janji dari pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

Saat dimintai tanggapannya perihal masalah tersebut pada Jumat (06/07) lalu, Kepala Desa Manurung Irwan Jafar menyatakan bahwa kunci masalah tersebut sesungguhnya terletak pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Timur.

“Kalau tidak salah, tahun 2005 sudah pernah dilakukan pengerasan oleh dinas PU Luwu Timur. Jadi ini adalah aset PU Luwu Timur. Pemerintah desa tidak boleh meletakkan anggaran kegiatan fisik jika bukan aset milik desa”, terang Irwan.

Menurut Irwan, perbaikan jalan ini sebenarnya sudah 3 tahun diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) ke Pemerintah Daerah Luwu Timur sebagai program prioritas, tetapi tak kunjung mendapatkan perhatian.

“Dokumen pengusulannya ada kami arsipkan berupa RKP tahun 2015, 2016 dan 2017. Jadi tidak benar jika pemerintah Desa Manurung tidak peduli dengan kondisi jalan ini. Masalahnya bukan di desa, tapi ada di dinas PU Lutim”, tegas Irwan.

Sebagai informasi, jalan tani tersebut berada di wilayah 2 desa di Kecamatan Malili, yaitu Desa Manurung dan Desa Tampinna. Terkait dengan hal ini, Irwan berharap pihak Desa Tampinna juga sebaiknya ikut andil mengusulkan perbaikan ke Pemda Luwu Timur.

“Karena jalan ini adalah akses penghubung antar Desa Manurung dan Tampinna, maka usulan dari pihak pemerintah Desa Tampinna juga sangat diperlukan agar segera mendapat respon pemerintah daerah”, harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PU Luwu Timur. Hari ini, Sabtu (14/07), masyarakat setempat berinisiatif melakukan gotong royong menimbun kubangan dan genangan air dengan peralatan seadanya. [**]