Datu Luwu: Tidak Ada Dualisme di Kemokolean Matano!


LUTIMNEWS.COM – Datu Luwu La Maradang Mackulau Opu To Bau menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam Kemokolean Matano sebagaimana yang dipersoalkan belakangan ini.

 

Hal tersebut disampaikannya di Baruga Mokole Matano pada Minggu (22/07/2018) dalam suasana acara pengukuhan lembaga adat To Weula yang akhirnya ditangguhkan.

“Tidak ada dualisme dalam Kemokolean Matano. Istana hanya mencatat H.A. Baso sebagai Mokole Matano, tidak ada yang boleh menggantikan atau merubah yang telah menjadi keputusan istana Kedatuan Luwu”, tegas Datu Luwu.

Pernyataan Datu Luwu tersebut dilatarbelakangi oleh aksi demonstrasi ratusan warga yang menamakan diri “Masyarakat Adat Wawa Inia Rahampu’u Matano”. Mereka hanya mengakui H. Umar Ranggo sebagai Mokole Matano yang sah, bukan H.A. Baso.

Menurut Datu Luwu, penentuan seseorang untuk menjabat Mokole Matano merupakan hak prerogatif Kedatuan Luwu sebagaimana tertera dalam naskah I Lagaligo. Selain itu, seorang Mokole Matano juga harus memiliki darah kebangsawanan dari Datu Luwu.

Sedianya pada kesempatan itu Datu Luwu akan mengukuhkan Mardan Mahardin sebagai Kepala Suku To Weula atau yang dikenal sebagai Sulewata dan H. Mardan Tosalili sebagai Ketua Dewan Adat To Weula.

Untuk mencegah kekisruhan yang lebih meluas, acara pengukuhan tersebut akhirnya ditangguhkan hingga batas waktu yang belum ditentukan. [aq/bps]